Selasa, 07 Februari 2017

Maintenance And Repair Personal Computer

BAB 1
PENGENALAN

Komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan dan rumah-rumah terdapat perangkat komputer untuk memperlancar meningkatkan produktivitas kerja yang lebih tinggi perusahaan dan sarana pembelajaran tentunya untuk yang berada di rumah.
Salah-satu fungsi dari sekian banyak fungsi computer atau PC tersebut sebagai sarana pendukung untuk mendapatkan informasi yang lebih beragam dengan adanya internet. Dimana internet mulai populer saat ini merupakan suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna komputer dan juga jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.
Belajar memahami tentang troubleshooting dari perangkat keras yang telah dipasang dan dirakit menjadi sebuah komputer atau PC memang sudah seharusnya dilakukan, sehingga jika muncul masalah tersebut tidak terlalu bingung mengatasinya. Troubleshooting adalah proses menemukan kesalahan umum yang sering terjadi pada masing-masing perangkat keras yang digunakan pada saat merakit komputer dan mencari penyelesaian atas permasalahan yang terjadi.
Beberapa contoh kasus tentang troubleshooting tersebut diantaranya :
1.     Troubleshooting Casing dan Power Supply
2.     Troubleshooting CD ROM Drive
3.     Troubleshooting Disk Drive
4.     Troubleshooting Hard disk
5.     Troubleshooting Keyboard
6.     Troubleshooting Memori
7.     Troubleshooting Monitor
8.     Troubleshooting Motherboard
9.     Troubleshooting Mouse
10.  Troubleshooting Printer
11.  Troubleshooting Prosesor
12.  Troubleshooting Sound Card
13.  Troubleshooting VGA Card
14.  NTLDR is Missing


BAB 2
CASING DAN POWER SUPPLY

Ada beberapa troubleshooting pada Casing dan Power Supply, diantaranya:
  1. Kasus :
UPS tidak bisa mengatasi tegangan dengan baik.
Solusi :
Kemungkinan UPS yang dimiliki, baterainya dalam kondisi yang lemah. Segera isi ulang baterai tersebut supaya kapasitas dan kekuatannya menjadi penuh kembali. Apabila baterai sudah dalam keadaan penuh, tetapi permasalahan masih terjadi, maka kemungkinan besar permasalahan terletak pada UPS.

  1. Kasus:
Kipas yang ada di power supply tidak bekerja atau mengeluarkan suara yang berisik.
Solusi :
Lepaskan power supply, sebelum nantinya akan dipasang kembali. Bersihkan debu yang menempel pada power supply tersebut menggunakan peralatan yang memang disiapkan untuk membersihkan debu. Dalam kondisi yang bersih maka power supply tidak akan mengeluarkan suara yang berisik dan akan bekerja dengan baik.

  1. Kasus:
Power supply mengeluarkan suara yang berderit-derit.
Solusi:
Kemungkinan besar permasalahan tersebut terletak pada kipas  prosesor. Bersihkan kipas prosesor tersebut. Tetapi apabila setelah dibersihkan masih mengalami kondisi yang sama, maka permasalahan tersebut terletak pada beberapa komponen elektronik yang ada di sekitar power supply.

  1. Kasus:
Lampu penerangan suram dan kompufter booting ulang.
Solusi:
Kemungkinan tegangan listrik tidak stabil dan memerlukan UPS untuk menangani masalah tersebut. Segera beli UPS untuk menangani masalah tersebut, karena apabila dibiarkan maka PC lama kelamaan akan rusak karena tegangan yang tidak stabil.

  1. Kasus:
Ketika menghidupkan komputer, tidak terjadi apa-apa, tetapi power supply tidak mau hidup.
Solusi:
Pastikan semua komponen terpasang dan terhubung pada power dan mendapatkan daya dari power supply tersebut. Jika kita menggunakna casing komputer dengan power supply  yang bertipe ATX, kita harus mengecek konektor dari switch power ke konektor Power Switch yang ada di motherboard. Sangat sering terjadi, khususnya ketika memasang case komputer sengan sistem ATX, konektor yang dipasang keliru dan terbalik sehingga menyebabkan PC tidak bisa menyala. Jika konektornya sudah terpasang dengan benar, maka permasalahannya terletak pada  power supply yang jelek. Segera ganti power supply tersebut dengan yang baru.

  1. Kasus:
Mode Power Saving atau Standby yang ada di Windows98 tidak bekerja dengan baik.
Solusi:
Ada beberapa komponen yang menyebabkan permasalahan diatas, diantaranya
adalah sebagai berikut:
§  Pastikan fasilitas Power Management sedang aktif. Untuk mengaktifkannya lakukan langkah-langkah berikut :
a.       Klik Start
b.      Pilih Setting
c.       Pilih Control Panel
d.      Klik 2x icon Power Management
untuk memastikan Power schemes dalam kondisi Always on dan aturlah waktu yang diinginkan untuk menampilkan aktivitas power Management pada monitor dan harddisk.
§  Tutup  semua  aplikasi  yang  sedang  terbuka  dan  aktif.  Ikuti  instruksi yang ada pada Clean Boot untuk menutup semua software atau program yang sedang terbuka dan aktif.begitu software tersebut tertutup, otomatis fasilitas Power Saving/Stanby akan muncul.
§  Screen Savers. Non-aktifkan screen saver. Screen saver tersebut misalnya 3D Flower Box, 3D Fyling Objects, 3D Maze and 3D Text. Apabila screen saver ini sudah hilang maka fitur Power Saving/Stanby akan muncul.
§  Power Management Aktif/Tidak Aktif pada CMOS. Secara umum, komputer mempunyai kontrol Power Manangement dalam BIOS. Cek CMOS komputer untuk memastikan bahwa Power Management aktif pada CMOS. Kalau ternyata ada masalah, maka kemungkinan driver dari APM ada yang rusak atau corrupt.
§  komponen Hardware dapat menyebabkan mode Power Saving/Stanby tidak bekerja dengan beberapa perangkat keras, misalnya USB dapat menyebabkan mode Power Saving/Stanby tidak bisa bekerja dengan baik.

                                            BAB 3
CD ROM DRIVE

Ada beberapa troubleshooting pada CD ROM DRIVE, diantaranya:
  1. Kasus:
Memasang CD ROM pada komputer, tetepi pada waktu digunakan CD ROM tidak bisa membaca inputan atau kasus lain Windows tidak mengenali CD ROM yang di pasang.
Solusi:
Ada beberapa komponen yang menyebabkan permasalahan diatas, diantaranya
adalah sebagai berikut:
§  Buka kembali casing komputer. Pastikan kabel power dan kabel data sudah masuk ke slot yang ada di motherboard dan CD ROM. Jika ada yang belum dimasukan, segera dimasukan.
§  Cek pemasangan kabel, jangan sampai terbalik. Karena kalau sampai  terbalik, CD ROM tidak akan terbaca.
§  Cek Driver dari CD ROM yang dipasang pada komputer. Biasanya begitu CD ROM terpasang, maka Windows akan memberikan pesan menemukan perangkat keras baru yang terpasang. Supaya CD ROM berjalan dengan sempurna. Segera install driver yang menyertai CD ROM tersebut.     
§  Apabila CD ROM masih belum bisa membaca, kemungkinan head atau optic yang ada di CD ROM  tersebut kotor. Untuk membersihkannya bisa membeli CD Cleaner di toko-toko yang menjual VCD.

  1. Kasus:
Kegagalan meng-Uninstall, mencoba meng-Uninstall driver tetapi tidak bisa berjalan dengan baik.
Solusi:
Ada beberapa komponen yang menyebabkan permasalahan diatas, diantaranya
adalah sebagai berikut:
§  klik menu start» Klik kanan My komputer» Properties» pilih bagian Hardware» Device Manager» DVD/CD-ROM Driver tersebut dan pilih Uninstall dari manu yang ada. Restart Komputer.
§  Setelah di restart, windows akan meng-install kembali dan mengenali CD/DVD ROM.


  1. Kasus:
CD ROM tidak otomatis aktif ketika kita memasukan sebuah CD kedalamCD ROM tersebut.
Solusi:
Untuk mengaktifkan fitur “Audio insert notification”, langkahnya adalah sebagai berikut:
    • Klik kanan icon My Komputer pada dekstop, kemudian pilih Properties. Kotak dialog System Propeties akan muncul.
    • Klik pada bagian Device Manager. Sebuah daftar dari perangkat keras akan muncul.
    • Klik kanan dua kali CD ROM, kemudian pilih CD ROM drive.
    • Pilih tombol Properties. Kotak dialog properties dari CD OM akan muncul.
    • Pilih pada bagian Settings
    • Klik pilihan “Auto insert notification”  untuk diaktifkan.
    • Pilih OK sampai semua dialog Propeties ditutup, kemudian restart Windows untuk melihat perubahan yang terjadi.

  1. CD Room tidwak dapat membaca keeping cd
·         Bersihkan optic cd room dengan menggunakan disk cleaner
·         Anda juga dapat  pelakukan pembersihan pada laser yang terganggu pada saat melakukan pembacaan, yaitu dengan menggunakan semprotan udara bertekanan tinggi pada bagian dalam drive,


BAB 4
DISK DRIVE

Ada beberapa troubleshooting pada DISK DRIVE, diantaranya:
  1. Kasus:
Permasalahan umum yang sering terjadi pada floppy disk drive yaitu Sebuah floppy  drive mungkin tidak bisa bekerja dengan baik  karena  ada  beberapa kondisi berikut ini:
    • Disket rusak
Permasalahan ini sering terjadi pada para pengguna komputer. Untuk mengatasi masalah tertebut, coba ambil disket baru atau disket lain dan masukkan  ke  dalam FDD. Kalau disket lain bisa terbaca, maka disket pertama yang rusak dan sudah tidak bisa digunakan lagi. Kadang floppy disk drive tidak bisa mengenali disket yang masuk, dikarenakan disket tersebut rusak atau kotor. Selain itu, kadang disket yang tidak bisa dikenali oleh drive karena disket tersebut di tutup atau proteksi. Untuk membuka penutup disket, geser penutup disket yang bentuknya menyerupai kotak kecil ke arah bawah, sehingga disket bisa dibaca atau ditulis.
§  Tidak disetup dalam CMOS
Tidak di setup dalam CMOS, pastikan floppy drive telah diatur atau disetup dengan  baik dalam CMOS. Jika floppy drive yang dimiliki belum disetup dengan baik, maka waktu membaca atau menyimpan data dalam disket akan menemui kegagalan, karena drive tidak akan mengenali. Setup dari floppy drive adalah 3.5 inch atau 144MB.
§  Konflik dengan perangkat keras yang lain
Pada waktu memasang perangkat keras baru dalam komputer seperti harddisk atau perangkat lain, lepaskan dulu koneksi kabel data yang masuk ke floppy disk drive supaya dalam pemasangannya tidak terjadi konflik. Setelah harddisk terpasang, baru sambungkan kembali floppy drive.
§  Tidak terhubung dengan baik
o   Matikan Komputer, lepaskan seluruh kabel yang melekat pada casing komputer, kemudian buka casing komputer.
o   Pastikan koneksi floppy sudah terhubung dengan baik ke konektor FDD pada  motherboard. Jika sudah terhubung, lepas terlebih dahulu kemudian di hubungkan kembali kabel konektor tersebut.
o   Pastikan kabel floppy berasal dari motherboard yang dihubungkan kebagian belakang dari floppy drive.
o   Pastikan kabel power juga dihubungkan ke bagian belakang dari floppy drive.
§  Perangkat yang rusak
Lepaskan kabel data floppy data yang menghubungkan floppy drive ke motherboard atau port IO.

  1. Kasus:
Ada pesan kesalahan : The disk in drive A is not formatted. Do you want to format it now? atau A:\ is not accessible. The device is not ready.
Solusi:
Pesan tersebut akan muncul ketika sistem tidak mampu untuk membaca floppy diskette, yang mungkin disebabkan karena disket rusak, tidka ada disket di drive, atau floppy drive rusak, untuk mengatasi masalah tersebut:
Cek FDD untuk memastikan apakah disket sudah dimasukan. Kalau belum, segera masukkan disket ke drive tersebut.


BAB 5
HARD DISK


Ada beberapa troubleshooting pada HARD DISK, diantaranya:
  1. Kasus :
Komputer tidak mau booting, Setelah memasang hard disk yang baru, komputer tidak mau booting dan tidak ada pesan kesalahan yang muncul pada layar monitor.
Solusi :
§  Matikan komputer, buka casing komputer dan lepaskan hard disk dari casing, dengan terlebih dahulu melepaskan skrup yang terpasang pada hard disk.
§  Pastikan jumper yang terpasang pada hard disk, posisinya sudah benar.
§  Pasang kembali hard disk dan Remount your drive in the computer dan tutup/pasang kembali tutup pada casing komputer.
§  Masukkan disket bootable pada drive A dan hidupkan komputer. Jalankan program Disk Manager dengan cara masukkan disket  Disc- Wizard ke drive A dan ketik A:XDM. Kemudian tekan tombol ENTER.
§  Ikuti instruksi yang ada di Disk Manager untuk meng-install dan memformat harddisk.
§  Setelah program Disk Manager selesai dijalankan, booting kembali komputer.

  1. Kasus :
Pada DOS muncul pesan kesalahan “Disk Boot Failure”, “Non-System  Disk” atau “No ROM Basic - SYSTEM HALTED”.
Solusi :
§  Install kembali file sistem DOS menggunakan utility DOS SYS.
§  Cek semua kabel yang terpasang pada motherboard.
§  Gunakan FDISK untuk melihat apakah partisi primer (biasanya diatur untuk hard disk dan digunakan untuk booting pertama kali) sudah aktif atau belum.
§  Cek apakah hard disk terkena virus atau tidak, dengan menggunakan anti virus.

  1. Kasus :
Pada sistem muncul pesan kesalahan: “HDD Controller failure”.
Solusi :
§  Amati dan perhatikan jumper pada harddisk sudah benar atau belum. Kalau belum segera masukan sesuai dengan urutannya.

  1. Kasus :
Ketika menghidupkan komputer. Pada waktu menghidupkan komputer, layer monitor tetap hitam dan tidak berubah.
Solusi :
§  Pastikan kabel monitor sudah terpasang di casing komputer dan power monitor sudah dihidupkan
§  Pastikan kabel dari VGA Card sudah terpasang di slot pada casing computer dengan benar dan masuk ke slot pada monitor dengan baik.
§  Restart kembali komputer.

  1. Kasus:
Ketika menghidupkan komputer, di layar monitor muncul pesan kesalahan: “Drive not Ready”.
Solusi :
§  Cek koneksi semua kabel. Pastikan pin 1 pada drive dihubungkan ke pin 1 pada harddisk controller
§  Pastikan daya power suppy cukup dengan kebutuhan.
§  Booting kembali computer.

  1. Kasus :
Pada FDISK muncul pesan kesalahan, “No Fixed Disk Present’.
Solusi:
§  Pastikan daya power supply cukup dan sesuai dengan kebutuhan.
§  Cek isi dari drive pada waktu melakukan setup pertama kali.
§  Cek apakah terjadi konflik pada alamat atau port I/O.

BAB 6
KEYBOARD


Ada beberapa troubleshooting pada KEYBOARD, diantaranya:
  1. Kasus :
Beberapa permasalahan umum:
§  Huruf yang muncul berbeda atau salah ketika mengetik.
§  Pesan di layar monitor tidak muncul ketika menekan tombol keyboard.
§  Pengaturan pada tombol multimedia menghasilkan pesan kesalahan "operation illegal".
§  Tombol keyboard untuk multimedia tidak berfungsi dengan baik.
§  Tombol keyboard untuk internet tidak berfungsi dengan baik.
Solusi :
§  Cabut keyboard dari port yang terpasang pada casing komputer, kemudian  pasang kembali dan hidupkan komputer, apakah keyboard susah bisa dipergunakan kembali atau belum.
§  Matikan komputer. Cabut keyboard dan lihat pin atau kaki, apabila kaki tersebut bengkok, gunakan pinset untuk meluruskannya. Jika kaki keyboard patah, maka harus beli yang baru tentunya.
§  Coba update driver. Kunjungi situs yang menyediakan driver untuk penggunaan keyboard tersebut. Download software driver dan install pada windows.
§  Jika menggunakan sebuah keyboard untuk multimedia, pastikan untuk menghapus software driver yang lama sebelum menginstall driver yang baru. Untuk menghapus driver yang lama masuk ke Add/Remove Programs (Start» Control Panel» Add/Remove Programs).

  1. Kasus :
Bagaimana untuk dapat membuang fitur tombol yang melekat (Sticky Keys).
Solusi :
§  Dengan menekan tombol Shift sebanyak 5 kali, sebuah jendela pilihan akan muncul.
§  Untuk membuang fitur Sticky Keys, klik tombol Settings, Kemudian pada  pilihan yang tersedia pada menu Keyboard, hilangkan tanda centang pada checkbox StickyKeys.
§  Klik tombol Setting, hilangkan tanda centang pada checkbox Use Shortcut.
§  Klik Apply, kemudian klik OK sebanyak 2 kali untuk keluar dari semua jendela yang terbuka.
  1. Kasus :
Shortcut Keyboard untuk klik kanan, apakah tombol keyboard bias difungdikan sebagia klik kanan pada mouse!
 Solusi :
§  Tekan dan tahan tombol SHIFT kemudian tekan tombol F10, dan untuk keyboard jenis baru mempunyai tombol khusus untuk fungsi ini. Posisinya terletak diantara tombol Windows disebelah kanan dan tombol CTRL.


BAB 7
MEMORY


Ada beberapa troubleshooting pada MEMORY, diantaranya:
  1. Kasus :
Memasang RAM pada komputer dengan kapasitas melebihi 64MB, RAM tidak bisa  terdeteksi oleh DOS, tetapi bisa terdeteksi oleh Windows.
Solusi :
§  Kondisi semacam itu wajar dan normal, karena DOS pada waktu dirancang hanya bisa mengenali RAM yang terpasang dengan kapasitas 64 MB, lebih dari  64 MB tidak akan terdeteksi. Berbeda dengan Windows, semua RAM yang terpasang akan terdeteksi dengan baik, selama RAM yang dipasang dalam kondisi bagus dan tidak rusak.

  1. Kasus :
Laporan RAM. Ada kapasitas dari RAM sebesar 128KB atau 384KB yang tidak pernah dilaporkan ketika melakukan proses booting.
Solusi :
§  Kondisi ini normal. Beberapa versi dari BIOS tidak akan menampilkan area dari memori yaitu memori konvensional dan memori ekstended.

  1. Kasus :
Sistem komputer menjadi lambat ketika ditambahkan beberapa memori.
Solusi:
§  Langkah pertama adalah, pastikan semua memori baru yang dipasang dikenali dengan baik oleh BIOS atau Windows. Apabila motherboard tidak mendukung penambahan memori dan hanya menerima kapasitas paling besar adalah 64 MB, maka percuma saja menambah memori baru. Memori tetap bisa terpasang tetapi efeknya bisa memperlambat kinerja komputer.

  1. Kasus :
Menambah memori tetapi Win XP Prof  tidak bisa berjalan dengan lancar. Menambah memori sebesar 256MB dan 128 ke  komputer. BIOS bisa mendeteksi  RAM yang sudah ditambahkam tersebut tetapi Windows tidak berhasil mendeteksi bahkan tampilan di layar monitor menjadi biru.
Solusi:
§  Hal yang harus diperhatikan adalah RAM yang baru apakah cocok dan sesuai dengan motherboard dan jenis RAM yang    lain yang sudah terpasang sebelumnya di motherboard. Kalau RAM tersebut tidak cocok, maka akan mempengaruhi kinerja sistem bahkan mengakibatkan sistem tidak berjalan dengan baik. Sebelum memasang RAM, hal yang sangat penting adalah memperhatikan tipe dan PC dari RAM tersebut.

  1. Kasus :
Identifikasi memori yang rusak. Ketika menghidupkan komputer, terdengar bunyi beep dan komputer tidak mau booting.
Solusi :
§  Beep tersebut menandakan adanya perangkat keras yang melekat pada motherboard mengalami kerusakan. Yang paling umum adalah kerusakan terjadi pada memori. Segera ambil memori tersebut dari motherboard kemudian coba bersihkan memori dengan tisu atau atau kain yang bersih. Setelah dibersihkan pasang kembali pada slot nya. Apabila setelah dipasang, masih keluar bunyi beep, memorinya harus diganti dengan yang baru.


BAB 8
MONITOR


Ada beberapa troubleshooting pada MONITOR, diantaranya:
  1. Kasus :
Warna, layar monitor berwarna hitam setelah komputer dihidupkan.
Solusi :
§  Pastikan kabel power monitor sudah dimasukkan ke power suppy pada casing komputer dan indikator lampu dari monitor sudah menyala.
§  Cabut semua perangkat keras yang terpasang pada casing komputer kecuali mouse, keyboard dan monitor. Booting kembali komputer untuk melihat apa permasalahannya sudah terpecahkan.
§  Coba hubungkan dengan kabel power monitor yang berbeda, dan jika dengan menggunakan kabel power monitor yang berbeda tersebut bisa menyala, maka kabel power monitor yang semula perlu diganti dengan yang baru.
§  Cabut kabel power monitor dan tunggu 20-30 detik, baru pasang kembali kabel power monitor tersebut.

  1. Kasus :
Tampilan monitor, pengaturan tampilan monitor tidak tepat.
Solusi :
§  Masalah ini biasanya muncul pada waktu monitor baru selesai dipasang. Hal ini bisa terjadi jika sistem mendeteksi secara otomatis driver yang dimasukkan untuk menginstall monitor tidak benar/salah.
§  Pilih driver untuk menginstall monitor dengan tepat. Cara untuk mendapatkan driver adalah dengan mengunjungi situs dari manufaktur pembuat monitor tersebut atau bisa menanyakan ke toko Kasus: komputer terdekat.
§  Setelah mendapat driver tersebut, pasang kembali monitor dan lakukan instalasi ulang.

  1. Kasus :
Tampilan monitor berputar.
Solusi :
Hal ini bisa disebabkan oleh game yang menggunakan pengaturan Rotation pada monitor dan ditambah dengan fasilitas Graphics Controller. Untuk mengembalikan tampilan monitor ke kondisi awal, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
§  Pilih menu Start» Control Panel» Intel Extreme Graphics Applet» pilih pada bagian Rotation.
§  Hilangkan tanda centang pada kotak cek Enable Rotation.
§  Klik Apply, kemudian klik OK.
§  Keluar dari Control Panel.
Catatan :
Langkah-langkah diatas tergantung dari VGA card yang dipasang. Untuk mengatur properti Rotation, dapat melihat pada jendela Graphics Controller. Dan cara lain untuk menemukan pangaturan Rotation, adalah sebagai berikut :
§  Klik kanan ditempat yang kosong pada desktop, Pilih Properties.
§  Klik pada bagian Settings, Pilih tombol Advanced.
§  Klik pada bagian Graphics card, Pilih tombol Graphics Properties.
§  Klik pada bagian Rotation, Hilangkan tanda centang pada kolak cek Enable Rotation.
§  Pilih Apply dan keluar dari semua jendela.

  1. Kasus :
Membersihkan layar monitor.
Solusi :
§  Matikan terlebih dahulu komputer. Gunakan kain yang lembut dengan dibasahi sedikit air hangat, kemudian usap layar monitor dari atas ke bawah dan dari sisi kiri ke sisi kanan.


BAB 9
MOTHERBOARD


Ada beberapa troubleshooting pada MOTHERBOARD, diantaranya:
  1. Kasus :
Baterai hanya bekerja sementara waktu.
Solusi :
§  Kadang-kadang baterai bekerja dengan bagus. Kemudian, kadang-kadang kita mendapatkan kesalahan pada baterai tersebut yaitu sistem tidak bisa mengenali waktu dengan baik. Hal ini disebabkan karena baterai kehilangan tegangan dan koneksi yang buruk antara baterai dengan motherboard. Untuk mengati hal tersebut, maka langkah yang bisa diambil adalah mengganti baterai mati.

  1. Kasus :
Mengganti pengaturan CMOS tetapi tidak muncul perubahannya.
Solusi :
§  Ketika keluar dari pengaturan CMOS, pastikan memilih “Save and Exit” untuk menyimpan segala perubahan yang sudah dilakukan dan keluar dari setup tersebut. Memilih Exit Without Saving akan menyebabkan segala pengaturan dan perubahan yang sudah dilakukan terhadap CMOS tidak akan disimpan.

  1. Kasus :
Sistem kehilangan Waktu, Pengaturan, atau kesalahan pada bateraí.
Solusi :
§  Baterai mati atau habis. Segera ganti yang baru.

  1. Kasus :
Permasalahan umum yang sering terjadi pada motherboard.
Solusi :
Ada beberapa hal yang harus dicek dan diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
§  Apakah semua peralatan yang terpasang pada motherboard sudah bekerja  dengan masksimal atau belum, Komponen tersebut meliputi:motherboard, processor, memory, VGA Card, dan drive. Jika ada salah satu yang tidak terpasang dengan benar, maka sistem tidak akan bekerja dengan baik. Apakah semua kabel konektor sudah dihubungkan ke masing-masing komponen.
§  Coba lepaskan segala komponen satu demi satu untuk mengetahui kesalahan yang terjadi.
§  Apakah pengaturan jumper sudah benar atau belum? Anda harus mengatur jumper untuk berbagai tipe perangkat keras yang terpasang, misalnya jumper untuk processor. Jumper tersebut akan terkait dengan tipe, kecepatan, voltage, kecepatan bus, dan lain-lain.
§  Jika merasa tidak yakin dalam mengatur sebuah BIOS, aturlah dalam kondisi normal atau default.
§  Apakah bentuk motherboard masih bagus ataukah ada yang cacat? Apakah ada kaki atau pin yang ada di motherbaord dalam keadaan patah atau tidak?
§  Apakah power supply yang dipasang mempunyai daya yang cukup atau tidak? Jika menambah beberapa komponen perangkat keras yang baru ke komputer, apakah daya power supply yang ada sanggup memenuhi kebutuhan tersebut atau  tidak? Daya power supply yang standar adalah berkisar 230 atau 250 watt.

  1. Kasus :
Motherboard pecah atau rusak.
Solusi :
§  Kalau menghadapi kondisi tersebut, maka mau tidak mau harus membeli motherbaord yang baru. Tidak dapat memperbaiki motherboard yang rusak tersebut dan setelah membeli motherboard yang baru, berhati-hatilah dalam memasang suatu card ke motherboard.

  1. Kasus :
Terdapat pin yang bengkok pada motherboard.
Solusi :
§  Kalau menjumpai pin yang bengkok pada motherboard, berhati-hatilah untuk meluruskan kembali pin tersebut dan pastikan kabel power yang terpasang ke listrik sudah dimatikan dan dicopot. Jika pin tersebut sampai patah, maka tidak bisa berbuat apa-apa dan harus membeli motherbaord yang baru.

  1. Kasus :
Bagaimana bisa mendapatkan driver chipset untuk motherboard yang dimiliki.
Solusi :
§  Download driver tersebut pada situs yang tersedia. Biasanya pembuat atau manufaktur dari perangkat keras menyediakan situs yang berisi driver update yang bisa didownload kapan saja. Update driver ini mempunyai fungsi yang sangat vital bagi kinerja suatu perangkat keras.


BAB 10
MOUSE


Ada beberapa troubleshooting pada MOUSE, diantaranya:
  1. Kasus :
Pada waktu digunakan, mouse tidak bisa berjalan dengan lancar dan jalannya tersendat-sendat dan sering macet.
Solusi :
Ada beberapa kemungkinan permasalahan yang muncul dari mouse yang tidak lancar, bisa saja kabel yang menghubungkan mouse tersebut mengalami gangguan,  konektornya putus, keypad kotor dan yang sering terjadi adalah bagian dari mouse mengalami kerusakan atau kotor. Bagian dari mouse yang kotor bias dibersihkan dengan     cairan pembersih atau  alkohol. Untuk membersihkan bola yang ada di Mouse:
§  Matikan komputer dan lepaskan mouse dari port yang menancap pada casing komputer.
§  Ketika melepaskan mouse dari port tersebut, pastikan tidak ada pin yang patah atau putus.
§  Buka mouse sesuai petunjuk yang ada. Biasanya untuk membuka mouse sesuai dengan arah jarum jam. Dan untuk menutupnya berlawanan dengan arah jarum jam. Setelah tutup mouse dibuka, ambil dan keluarkan bola yang ada di mouse.
§  Bersihkan bola dengan alkohol dengan kain yang bersih dan biarkan sampai kering, sebelum dipasang kembali.
§  Selain membersihkan bola, bersihkan juga kotak penggulung dan daerah di dalam mouse dengan cotton buds.

Sementara untuk tempat mouse/mouse pad harus diperhatikan yaitu:
§  Jagalah kebersihan dari tempat mouse tentunya.
§  Bersihkan mouse pad dan gantilah dengan yang baru jika dirasa mouse pad yang digunakan sudah kotor atau rusak.


BAB 11
PRINTER

Ada beberapa troubleshooting pada PRINTER, diantaranya:
  1. Kasus :
Printer tidak bisa hidup dan tidak bisa mencetak.
Solusi :
§  Langkah pertama adalah cek kabel printer.
§  Cek power printer, Apakah sudah dihidupkan atau belum.
§  Cek dan pastikan printer dalam keadaan hidup atau online.
§  Cek kertas, toner atau tinta yang ada dalam printer. Apakah waktunya diganti atau belum.
§  Cobalah untuk melakukan print test page. Perhatikan pengaturan pada printer. Apakah instalasi printer sudah benar dan berhasil.
§  Cek kabel printer, apakah sudah dimasukkan ke port printer yang ada di casing komputer atau belum.


BAB 12
PROCESSOR


Ada beberapa troubleshooting pada PROCESSOR, diantaranya:
  1. Kasus :
Sistem mati, tidak ada kursor, tidak ada suara dan kipas tidak hidup. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh kabel pada power supply rusak atau putus, kesalahan pada motherboard dan kesalahan pada memori.
Solusi :
§  Lepaskan kabel power dari casing komputer dan ganti dengan yang baru. Lepaskan power supply, cek arus yang ada di power supply dengan peralatan elektronik, apabila tidak ada arus yang mengalir pada power supply, ganti dengan yang baru.
§  Lepaskan motherboard, cek terlebih dahulu dengan peralatan elektronik dan kalau motherboard tersebut sudah tidak berfungsi, ganti dengan yang baru.

  1. Kasus :
Sistem mati, tidak ada suara, atau terkunci sebelum mulai proses booting. Kondisi Ini kemungkinan disebakan oleh pemasangan komponen perangkat keras yang tidak benar.
Solusi :
§  Cek semua komponen perangkat keras yang terpasang, khususnya pada memori dan VGA Card. Atur kembali dudukan komponen perangkat keras dan socket yang terpasang pada motherboard.

  1. Kasus :
Sistem mengeluarkan bunyi beep pada waktu startup, kipas berbunyi dan kursor tidak muncul pada layer monitor. Kondisi ini disebabkan oleh pemasangan VGA Card yang tidak benar atau slot untuk meletakkan VGA Card ada kerusakan.
Solusi :
§  Lepaskan terlebih dahulu VGA card dari slotnya kemudian bersihkan slot VGA Card terlebih dahulu. Cek slot VGA Card yang ada di motherboard dengan peralatan elektronik.

  1. Kasus :
Sistem lambat, kipas berbunyi dan tidak ada suara beep atau kursor tidak muncul pada layar monitor.
Solusi :
§  Kemungkinan pemasangan prosesor tidak tepat pada dudukan atau slotnya. Segera lepaskan prosesor dan heatsink, kemudian pasang kembali pada slot yang ada pada motherboard.

  1. Kasus :
Sistem tidak mau startup setelah prosesor baru dipasang pada motherboard.
Solusi :
§  Kondisi ini bisa disebabkan oleh pemasangan prosesor yang tidak tepat pada slot yang ada pada motherboard. Segera lepaskan prosesor tersebut kemudian pasang kembali.
§  BIOS tidak mendukung prosesor yang baru. Update BIOS dari system atau motherboard yang disediakan oleh manufaktur BIOS tersebut.
§  Motherboard tidak mendukung prosesor baru yang dipasang.

  1. Kasus :
Sistem Operasi tidak mau booting.
Solusi :
§  Cek kipas pada prosesor, ganti dengan yang baru jika diperlukan. Pengaturan kecepatan bus pada motherboard harus diganti. Cek jumper tegangan pada motherboard.


BAB 13
SOUND CARD

Ada beberapa troubleshooting pada SOUND CARD, diantaranya:
  1. Kasus :
Bisa mendengar file WAV dan games dengan sangat baik, tetapi CD Audio tidak bisa terdengar.
Solusi :
§  Kemungkinan tidak ada kabel penghubung antara sound card dengan CD-ROM. Buka casing komputer dan pastikan ada kabel yang menghubungkan   ke AUDIO OUT yang ada di CDROM dan kabel yang menghubungkan ke  CD in pada sound card. Serta pastikan volume dari CD AUDIO tidak diam.

  1. Kasus :
Meng-upgrade Windows 98 ke Windows 2000 tetapi sound card tidak bekerja dengan baik.
Solusi :
§  Beberapa sound card tidak mendukung Windows 2000 atau tidak tersedianya driver sound card tersebut pada Windows 2000. Untuk menangani masalah tersebut, hubungi pembuat sound card untuk meminta driver sound card yang sesuai dengan Windows 2000.

  1. Kasus :
Mempunyai 4 speaker pada sound card tetapi yang bekerja hanya 2 speaker.
Solusi :
§  Pertama, pastikan kesalahan atau masalah tIdak terjadi pada speaker. Untuk menangani masalah tersebut, masuk ke pengaturaan sound card dan aktifkan pengaturan dari 4 speaker tersebut.

  1. Kasus :
Suara hanya keluar dari satu speaker.
Solusi :
§  Kemungkinan menggunakan fasilitas mono untuk speaker yang stereo. Atau bisa juga terjadi driver yang di-install tidak berjalan dengan baik. Pada beberapa sistem, jika driver dari sound card tidak tersedia pada file CONFIG.SYS, hanya memiliki satu sound yaitu sebelah kiri. Jadi yang akan keluar suara mono.

  1. Kasus :
Tidak ada suara yang keluar dari audio/musik pada CD.
Solusi :
Beberapa kondisi bisa menyebabkan permasalahan ini, perhatikan hal-hal berikut:
§  Pilihan pada Microsoft Volume Control atau volume slider tidak berjalan dengan baik.
§  Cek dan hubungkan headphones ke stereo phone jack pada CD-ROM yang terletak di bagian depan, sesuaikan pengaturan volume pada drive tersebut Jika suara tetap tidak keluar ke headphones, cek koneksi kabel audio CD dari CD-ROM drive ke audio card.
§  Pastikan speaker sudah terhubung dengan baik pada konektor audio atau sound card.

  1. Kasus :
Port Joystick tidak bekerja dengan baik.
Solusi :
§  Port audio yang ada pada joystick mengalami konflik dengan port joystick yang lain pada sistem. Non-aktifkan port audio yang ada pada joystick dan gunakan port audio joystick yang ada di sistem.
§  Driver joystick yaitu MSJSTICK.DRV dan VJOYD.VXD, mungkin belum di-install.

  1. Kasus :
Komputer menjadi hang dan restart selama proses instalasi.
Solusi :
§  Ada perangkat keras yang konflik dengan perangkat lain yang ada di sistem.
§  Audio card tidak berada pada slot yang benar.
§  Perangkat yang menggunakan bus PCI bertentangan dengan aktivitas dari audio card.
  1. Kasus :
Memecahkan masalah konflik pada hardware.
Solusi :
§  Klik kanan icon My Computer pada desktop, kemudian pilih Properties. Kotak dialog System Properties akan muncul.
§  Klik pada bagian Device Manager. Pada Device Manager, sebuah tanda plus (+) akan menampilkan semua item yang tersedia. Perangkat keras yang mengalami konflik akan ditandai dengan simbol lingkaran tanda seru.
§  Klik dua kali Sound, video, game controllers. Daftar dari perangkat multimedia akan muncul.
§  Pilih audio card.
§  Pilih tombol Properties.
§  Klik bagian Resources.
§  Hilangkan tanda centang pada pilihan Use automatic settings.
§  Ubahlah “Settings based on:” jika pengaturan alterbnatif ini tersedia.
§  Tentukan dan lihat  konflik yang terjadi dengan melihat pada “Conflicting device list”.
§  Pilih item yang konflik pada daftar “Resource Settings”.
§  Klik tombol Change Settings.
§  Gunakan mouse untuk memilih pengaturan yang baru.
§  Pilih OK untuk menutup masing-masing jendela properti kemudian restart kembali komputernya.

  1. Kasus :
Audio card tidak terdeteksi secara otomatis.
Solusi :
Untuk melakukan konfigurasi audio sound card secara manual pada Windows 95/98, langkahnya adalah sebagai berikut :
§  Klik “Start” pada taskbar, kemudian pilih Settings dari menu Start.
§  Pilih Control Panel. Grup dari Control Panel akan muncul.
§  Klik dua kali icon Add New Hardware. Kotak dialog wizard Add New Hardware akan muncul.
§  Pilih Next untuk melanjutkan.
§  Pilih Yes jika ingin Windows mencari perangkat keras yang baru dipasang, kemudian pilih Next.
§  Pilih Next untuk melanjutkan.
§  Pilih Finish, dan biarkan sistem akan menyelesaikan instalasi perangkat keras yang baru tersebut.

  1. Kasus :
Sound card tidak mengeluarkan suara dan tidak menemukan konflik yang terjadi.
Solusi :
§  Cek pengaturan volume pada indikator sound card yang ada di taskbar, atau juga bisa dengan cara masuk ke Volume Setting dan pastikan semua pilihan yang ada tandanya diam (un-muted), tanda P pada kotak un-muted tersebut dihilangkan dan volume suara jangan dibuat minimal. Cek volume speaker yang ada atau coba ganti dengan speaker yang lain.

BAB 14
VGA Card

Ada beberapa troubleshooting pada VGA CARD, diantaranya:
  1. Kasus :
Pada waktu menghidupkan komputer, layar monitor gelap dan hitam.
Solusi :
§  Langkah pertama, cek kabel VGA dan pastikan kabel VGA tersebut sudah masuk ke port VGA yang ada di casing komputer.
§  Cek indikator pada monitor, apakah powernya berjalan dengan normal atau tidak.
§  Coba booting ulang.

  1. Kasus :
Gangguan pada VGA Card/Layar Monitor. Masalah seperti tanda-tanda gangguan yang terjadi pada VGA Card di antaranya adalah :
ü  Komputer menjadi macet atau hang ketika digunakan untuk bermain game 3D.
ü  Tidak dapat digunakan untuk menjalankan permainan tertentu.
ü  Windows tidak bisa digunakan dalam mode normal.
ü  Ada titik-titik kecil di layar monitor.
Solusi :
§  Cek kabel VGA yang terhubung ke monitor dan ke casing komputer, apakah sudah menancap dengan benar atau belum, kalau belum masukkan kabel tersebut sesuai dengan kaki-kaki yang tersedia.
§  Cek konektor atau pin yang terdapat pada kabel VGA. Kalau ada yang patah atau putus, segera ganti yang baru.
§  Install kembali atau perbaharui driver dari VGA Card yang dipasang. Untuk mendapatkan driver VGA tersebut, bisa dengan men-download dari situs yang menyediakan driver dari VGA itu.
§  Cobalah untuk mendownload versi terbaru versi terakhir software Direct-X dari situs Microsoft.
§  Kunjungi situs-situs yang menangani berbagai permasalahan tentang permainan atau games.
§  Buka casing komputer, cabut VGA card dari slotnya (PC/AGP) dari motherboard, dan pasang kembali. Apabila pada waktu komputer dihidupkan, layar masih hitam dan belum muncul gambarnya, ganti VGA card dengan yang baru, karena dapat dipastikan VGA card ada mengalami kerusakan.

  1. Kasus :
Pesan kesalahan pada layar monitor. Apakah selalu menemui pesan kesalahan ketika memainkan suatu permainan atau games? Apakah VGA atau animasi tidak berjalan dengan normal? Atau layar berkedip secara terus menerus?
Solusi :
§  Klik menu Start >> pilih Help and Support. Di bawah perintah Pick a Help Topic, pilih “Fixing a problem”.
§  Pada kotak sebelah kiri, pilih “Games, sound, and video problems”.
§  Pada kotak            sebelah            kanan, select “Games and Multimedia Troubleshooter”.
§  Klik pilihan yang menggambarkan permasalahan yang dihadapi kemudian klik Next. Ulangi langkah-langkah tersebut sampai permasalahan bisa terpecahkan. Gunakan tombol Back untuk mengulangi langkah terakhir.

  1. Kasus :
Bagaimana mengetahui tipe dari VGA Card yang dimiliki.
Solusi :
§  Buka MS-DOS prompt. Pada Windows 95/98 dan Windows XP/NT 4.0, Klik  menu Start, kemudian pilih Programs, dan klik menu MS-DOS Prompt atau Command Prompt yang tersedia. Pada Windows 3.x atau Windows NT versi sebelum 4.0, klik dua kali Main kemudian klik dua kali icon MS-DOS.
§  Setelah jendela MS-DOS sudah terbuka, ketik: Debug kemudian tekan tombol [Enter].
§  Setelah layar dari perintah debug sudah terbuka dengan indikator kursor yang muncul, maka ketikkan: D C000: 0010 dan kemudian tekan tombol [Enter].
§  Layar yang berisi angka hexadecimal akan muncul dengan format kode ASCII  dan informasi yang muncul tersebut juga termasuk dari tipe dari VGA Card yang dimiliki.
§  Ketik: Q kemudian tekan tombol [Enter] untuk keluar dari program Debug.
§  Ketik Exit kemudian tekan tombol [Enter] untuk kembali ke sistem. operasi/Windows.
(Hal lain yang dapat dilakukan membuka casing komputer dan baca nama manufaktur yang tertera pada chipset atau IC yang ada pada VGA Card di motherboard).

  1. Kasus :
Resolusi Layar monitor tidak stabil atau berubah-ubah. Setiap saat login ke Windows XP, resolusi layar monitor kembali ke ukuran besar dan untuk merubahnya ke bentuk normal harus mengubah secara manual. Nah, bagaimana caranya supaya pengaturan terhadap resolusi layar monitor tidak berubah-ubah.
Solusi :
§  Harus melakukan update terhadap VGA Card yang dimiliki karena kemungkinan besar driver VGA card yang dimiliki banyak file yang hilang atau corrupt. Untuk melakukan update bisa mengunjungi situs dari penyedia driver tersebut dan download versi terbaru. Untuk mengetahui nama manufaktur pembuat VGA card, bisa melakukan cara-vara berikut ini:
ü  Klik Menu Start
ü  Klik Administrative Tools
ü  Kemudian pilih Computer Management. Di bawah kategori System Tools, klik Device Manager. Klik tanda Plus (+) untuk menampilkan pilihan Display Adapter. Dari tampilan ini, Windows akan mencari driver yang sudah ter-update. Adapun  cara-caranya adalah sebagai berikut :
ü  Ketika Device Manager dan tampilan Display Adapter muncul, klik kanan display adapter.
ü  Pada menu kanan tersebut pilih Update Driver.
ü  Kotak wizard Hardware Update akan muncul dan memberikan instruksi bagaimana cara untuk melakukan update driver.

BAB 15
NTLDR IS MISSING

Apabila komputer kita mengalami seperti ini maka yang harus di lakukan adalah dengan cara sebagai berikut :
  1. Untuk partisi tipe FAT
langkah yang harus dilakukan dengan melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

  1. Untuk partisi tipe NTFS
    • Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut
    • Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R
    • Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai
    • Biasanya #1
    • Masukkan password administrator jika diperlukan
    • Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM
    • Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:
    • Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
    • Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT


2 komentar: